KEPEWARAAN, PIDATO DAN PEMIMPIN RAPAT

SEBUAH PENYAJIAN LISAN

UNTUK KALANGAN PROFESIONAL

Diolah dari berbagai sumber Drs. H. Tarmizi Maeru, Rusiana MC DIknas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan pada paket MC acara resefsi pernikahan

Juga di perkuat dari pemilik blok koordinasi dengan Humas Pemprop Sumsel dan Humas Pemkab Banyuasin

PENDAHULUAN

Penyajian lisan atau kemampuan berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau mengucapkan kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan, menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Pendengaran menerima informasi melalui rangkaian nada, tekanan, dan penempatan persendian. Jika komunikasi berlangsung secara tatap muka, ditambah lagi dengan gerak tangan dan air muka (mimik) pembicara. Tujuan utama penyajian lisan ini adalah untuk berkomunikasi tentu tidak terlepas dari bagian mata pelajaran TIK.

Penyajian lisan ada bermacam-macam, diantaranya adalah diskusi—dengan segala macam bentuknya–, Pidato, Ceramah, Rapat, dan Membawakan Acara.

Makalah ini tidak akan membicarakan seluruh penyajian lisan itu, melainkan membicarakan tiga diantaranya saja. Ketiga macam penyajian lisan dimaksud adalah : Keperawaan (pembawa acara), Pidato, dan Rapat (khusus memimpin rapat).

I. KEPEWARAAN (PEMBAWA ACARA)

Pembawa acara adalah orang yang bertugas memimpin dan mengatur jalannya suatu acara orang sering beranggapan bahwa seorang pembawa acara cukup berbekal suara yang enak didengar dan menampilkan yang enak dipandang. padahal, masalahnya tidaklah sesederhana itu karena seseorang pembawa acara memerlukan keterampilan dan pengetahuan. Seorang pembawa acara sering dipandang sebagai personalitas instansi atau panitia penyelenggaraan suatu acara. Oleh sebab itu tidak jarang sebuah instansi atau panitia penyelenggara suatu acara tidak segan-segan mengeluarkan dana untuk membayar seorang pembawa acara yang profesional untuk menyelenggarakan acara yang mereka laksanakan ini semua dilaksanakan demi persenolitas mereka.

Pada umumnya acara dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu (1) acara yang bersifat resmi, (2) acara yang bersifat setengah resmi, dan (3) acara yang bersifat tidak resmi. Penggolongan sifat acara ini harus dihayati benar oleh seorang pembawa acara karena menyangkut busana yang dikenakannya dan bahasa yang harus dipakainya dalam melaksanakan tugasnya itu.

Semakin resmi suatu acara, busana yang dikenakan oleh pembawa acara juga semakin resmi. Ada acara yang tidak resmi, pembawa acara dapat saja menggunakan busana yang lebih babas asal tetap dalam batas-batas kewajaran dan kesopanan pada acara yang bersifat resmi, bahasa yang digunakan pembawa acara hendaknya bahasa baku. Ia juga tidak perlu menyiapkan humor dan komentarnya terhadap acara dan pengisi acaranya. Sebaliknya, pada acara yang bersifat tidak resmi, pembawa acara dapat saja menggunakan bahasa yang lebih longgar bahkan ia boleh saja menyelipkan humor, komentar, pujian, bahkan memancing tepuk tangan hadirin .

Keberhasilan seorang pembawa acara dalam melaksanakan tugasnya ditentukan oleh dua faktor utama.

Kedua faktor itu adalah faktor kebahasaan dan faktor nonkebahasaan .

1. Faktor Kebahasaan

Pusat pembinaan dan pengembangan bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, mengisyaratkan ada lima faktor kebahasaan yang harus diperhatikan oleh seorang pembawa acara jika ingin berhasil dalam tugasnya.

1.1 Lafal yang benar (cara mengucapkan kata-kata dengan benar)

Ada orang yang bersuara merdu tetapi sayangnya kurang mampu mengucapkan kata-kata dengan benar. Kata-kata bahasa Indonesia kadang-kadang diucapkannya dengan pengaruh bahasa asing atau pengaruh bahasa daerah. Padahal, kata-kata bahasa Indonesia harus dilafalkan sebagaimana kata itu dituliskan.

Contoh:

unit dibaca unit bukan yunit

organisasi dibaca organisasi bukan orhanisasi

TVRI dibaca te-ve-er-i bukan ti-vi-er-i

anggota dibaca anggota bukan anggauta

kependudukan dibaca kependudukan bukan kependudu?an

Dalam hal lafal ini dihindari juga penggunaan idialek seperti penggunaan e yang berulang-ulang.

1.2 Tekanan Kata atau Aksen

Tekanan kata dalam bahasa Indonesia tidak membedakan makna katanya. Akan tetapi, secara umum dan konsisten tekanan kata bahasa Indonesia jatuh pada satu suku sebelum suku kata akhirnya. Anda dapat membayangkan bagaimana menjemukan bila seseorang itu berbicara secara monoton (tanpa tekanan pada kata yang diucapkan).

Contoh tekanan kata bahasa indonesia adalah:

kemana tidur hancur

siapa selektif bagaimana

1.3 Pemenggalan Kalimat (Jeda)

Kemampuan memenggal kalimat secara tepat banyak bergantung pada perasaaan bahasa seseorang. Akan tetapi, kemampuan ini dapat ditingkatkan dengan berlatih memahami makna setiap kata dalam hubungan kalimat. Hal ini penting karena makna kalimat bahasa Indonesia antara lain ditentukan oleh jedanya atau pemenggalan kalimatnya. Contohnya kalimat Kucing makan tikus mati. Makna kalimat dapat berubah-ubah berdasarkan jeda yang diberikan kepadanya. Kemungkinan perubahan makna kalimat itu

Adalah:

Kucing/makan tikus mati. Makna kalimat ini adalah ada kucing makan dan yang dimakannya adalah tikus mati.

Kucing makan/tikus mati. Makna kalimat itu adalah ada kucing makan dan pada waktu itu ada juga tikus mati.

Kucing makan tikus/mati. Makna kalimat itu adalah ada kucing mati yang disebabkan oleh kucing itu makan tikus.

Dari contoh sederhana ini dapat dilihat bahwa pemenggalan kata (jeda) amat berperan dalam menentukan makna sebuah kalimat bahasa Indonesia.

1.4 Intonasi atau Lagu Kalimat

Intonasi atau lagu kalimat mengacu pada turun-naiknya, cepat-lambat, dan keras lembutnya kalimat yang diucapkan. Menggunakan intonasi juga harus berhati-hati karena perubahan Intonasi juga mengakibatkan perubahan makna kalimat.

Contoh :

Pak Kasur makan bubur. Kalimat ini memberitakan bahwa ada orang bernama Pak Kasur, beliau sedang makan bubur.

Pak Kasur makan bubur ! Kalimat ini memerintahkan agar orang yang bernama Pak Kasur makan bubur.

Pak Kasur makan bubur ? Kalimat ini berisi pertanyaan dan keheranan karena Pak Kasur biasanya tidak suka makan bubur

Pak, Kasur makan bubur ?! Kalimat ini berisi pertanyaan dan keheranan yang luar biasa karena ada kasur yang makan bubur

1.5 Enunsiasi (kejelasan)

Enunsiasi adalah kejelasan pengucapan kata, dan ketepatan pemenggalan kalimat (jeda). Ada orang yang berbicara menggumam sehingga kata-kata yang diucapkannya tidak jelas terdengar. Ada juga orang yang apabila berbicara terlalu cepat sukar dipahami ucapannya. Hal ini harus dihindari oleh pembawa acara jika ia ingin berhasil dalam tugasnya. Caranya, adalah dengan selalu berlatih terutama berlatih vokal.

1.6 Mengggunakan Bahasa atau Kalimat secara Efektif

Seorang pembawa acara harus berusaha menggunakan kalimat seefektif mungkin, sedapat mungkin hindarilah kalimat yang tidak efektif.

Contoh :

Kepada Ibu … waktu dan tempat kami sediakan. Atau

Kepada Ibu … kami persilahkan dengan segala hormat.

Sebaiknya : Ibu … kami persilahkan.

Untuk mempersingkat waktu, baiklah acara ini kita mulai saja.

Sebaiknya: untuk menghemat waktu, acara ini kita mulai.

Jika menginginkan hadirin melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan, nyatakan

dengan

kalimat perintah permohonan.

Contoh :

Hadirin dimohon berdiri. (kerena berdiri tidak menyenangkan).

Jika menginginkan hadirin melakukan sesuatu yang menyenangkan, nyatakan dengan

kalimat perintah yang mempersilahkan.

Contoh :

Hadirin dipersilahkan duduk kembali. (karena duduk lebih menyenangkan).

2. Faktor Nonkebahasaan

Faktor nonkebahasaan yang menunjang keberhasilann seseorang pembawa acara adalah :

2.1.Sikap tenang menghadapi massa

Ketenangan dapat tercipta bila pembawa acara itu yakin akan kemampuan dirinya dan rasa percaya dirinya lebih besar.

2.2.Tampil Mengesankan

Penampilan ynag mengesankan adalah penampilan yang penuh wibawa, cerah, bersemangat, wajar, tidak berlebih-lebihan, tidak manja, tidak kemayu, dan tidak malu-malu.

2.3.Cepat tanggap dan kaya Inisiatf

Bila secara tiba-tiba terjadi perubahan atau pembatalan sebuah acara, pembawa acara diharapkan dapat mengatasi masalah itu dengan sebaik-baiknya sehingga hadirin tidak kecewa, bahkan bila perlu hadirin tidak menyadari adanya perubahan itu.

2.4.Kaya Improvisasi dan memiliki rasa humor (terutama pembawa acara hiburan dan tidak resmi)

2.5.Memiliki suara yang enak didengar

Suara yang enak didengar adalah suara bernada rendah dan bersonansi atau bergema bukan suara yang bernada tinggi dan nyaring melengking.

2.6.Tidak emosional

Pada saat tampil pembawa acara hendaknya dapat melupakan perasaan yang sedang bergejolak dalam dirinya, seperti sedih, kesal, marah, dan sebagainya.

Sebelum seorang pembawa acara tampil, sebaiknya ia melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Meninjau tempat acara berlangsung, hal ini perlu untuk memperoleh gambaran situasi ketika acara berlangsung.

2. Mengadakan kontak dengan panitia penyelenggara, hal ini penting untuk lebih memahamijalannya acara yang akan berlangsung.

3. Melakukan gladi bersih, terutama untuk acara yang bersifat resmi.

4. Datang lebih awal untuk melakukan konfirmasi atau paling tidak mengecek keadaan orang-orang yang akan berbicara pada acara yang akan dipandunya.

II. PIDATO

Berpidato pada dasarnya tidak lain adalah berbicara didepan massa untuk menyampaikan pikiran, perasaan, gagasan, kehendak, dan sebagainya. Seseorang pemimpin hendaknya berusaha memiliki keterampilan berpidato ini karena bagaimanapun pada suatu saat ia akan dituntut untuk berpidato.

Agar dapat berpidato dengan baik, seseorang itu hendaklah :

1. Memiliki tekad dan keyakinan bahwa ia mampu meyakinkan orang lain. Dengan modal ini ia akan memiliki keberanian dan rasa percaya diri sehingga ia tidak ragu mengucapkan pidatonya.

2. Memiliki pengetahuan yang luas sehingga ia mampu menguasai materi yang akan disampaikanya.

3. Memilki perbendaharaan kata yang cukup sehingga ia mampu mengucapkan pidatonya dengan lancar dan meyakinkan.

4. Melakukan latihan dengan intensif.

Berpidato di depan massa tentu saja memiliki tatakrama. Tatakrama itu adalah sebagai berikut.

1.Berpakaianlah dengan rapi dan bersih, hindari bergaya pamer dangan memakai perhiasan yang berlebihan.

2.Gunakanlah kata-kata yang sopan, jangan mengesankan keangkuhan, dan kesombongan,timbulkanlah kesan rendah hati.

3.Selingilah pidato dengan humor yang segar dan sopan bila ternyata panjang.

4.Jika berpidato di depan pemeluk agama yang beragama, usahakanlah jangan sampai menyinggung martabat suatu agama.

5.Jika pendengar pidato itu masyarakat desa orang yang kurang berpendidikan, gunakan kata-kata atau kalimat yang sederhana sehingga pidato itu mudah di pahami.

Pidato yang baik tentu saja memiliki sistematika yang baik pula. Secara garis besar, sistematika pidato itu adalah :

1. Mengucapkan salam pembuka dan menyapa hadirin.

2. Menyampaikan pendahuluan yang biasanya dinyatakan dalam bentuk ucapan terima kasih,ungkapan kegembiraan, atau rasa syukur

3. Menyampaikan isi pidato yang diucapkan dengan jelas dan menggunakan bahasa Indonesiayang baik dan benar dengan gaya bahasa yang menarik.

4. Menyampaikan kesimpulan isi pidato agar mudah diingat oleh pendengar.

5. Menyampaikan harapan yang berisi anjuran atau ajakan agar pendengar melaksanakan isipidato.

6. Menyampaikan salam penutup.

Cara atau metode yang dapat digunakan pada waktu berpidato ada 4 macam, yaitu:

1. Metoda Naskah

Berpidato dengan menggunakan metoda ini berarti berpidato dengan melihat teks pidato yang disusun secara utuh. Metoda ini biasanya digunakan dalam pidato radio, televisi, dan pidato resmi. Metoda ini memiliki kelemahan, yaitu putusnya kontak antara pendengar dan pembicara karena pembicara asyik dengan teks yang dibicarakan.

2. Metoda Menghafal

Berpidato dengan menggunakan metoda ini berarti pembicara berpidato berdasarkan naskah yang telah dihafalnya. Metoda ini memiliki kelemahan, yaitu pembicara cenderung berbicara cepat-cepat dan tidak menghayati maknanya. Selain itu juga menyulitkan pembicara menyesuaikan diri dengan reaksi pendengarnya.

3. Metoda Impromptu (serta merta)

Berpidato dengan menggunakan metoda ini berarti berbicara tanpa persiapan sama sekali. Pembicara berbicara berdasarkan kemampuan dan pengetahaunnya dan dikaitkannya dengan situasi dan kepentingan saat itu. Kesanggupan berpidato seperti ini sangat berguna dalam keadaan terdesak atau terpaksa.

4. Metoda Ekstemporan (Tanpa Persiapan Naskah)

Berpidato dengan menggunakan metoda ini berarti berpidato denga lebih dulu merencanakan dengan cermat catatan-catatan penting sekaligus urutan uraiannya. Kata-kata dan kalimatnya disusun pembicara pada saat ia berpidato. Ia hanya melihat urutan uraian yang telah dipersiapkan itu, jika dibandingkan ternyata bahwa diantara keempat metoda ini, metoda ekstermporanlah yang lebih menguntungkan karena memungkinkan pembicara berpidato seluas mungkin dengan tidak kehilangan urutan-urutan pembicaraan yang telah direncanakannya.

III. MEMIMPIN RAPAT

Dalam suatu organisasi tidak jarang muncul masalah yang perlu diatasi. Masalah-masalah itu terkadang memiliki lebih dari satu pemecahan sehingga harus dipilih cara mana yang lebih baik. Oleh sebab itu, cara yang dapat ditempuh dalam hal ini adalah mengadakan permusyawaratan atau biasa disebut rapat.

Rapat yang biasa digunakan dalam suatu organisasi terdiri dari ketua rapat, notulis (sekretaris), dan anggota atau peserta. Kadang-kadang ada juga komponen ‘narasumber’ atau ‘pengarah’ (orang yang memberikan arahan). Semua komponen ingin memilki tugas masing-masing.

Penyelenggaraan rapat biasanya melalui tahap-tahap berikut.

1. Tahap Persiapan

Pada tahap ini pemimpin rapat hendaknya melakukan hal-hal berikut.

a. menentukan masalah apa yang akan dibicarakan

b. mengumpulkan sejumlah data, informasi mengenai masalah itu

c. menentukan tujuan yang akan dicapai

d. menyusun rapat.

2. Tahap Pelaksanaan

Pada tahap ini pemimpin rapat hendaklah melakukan hal-hal sebagai berikut.

a. membuka rapat antara lain mengucapkan terima kasih kepada peserta yang hadir

b. menunjuk salah seorang peserta untuk menjadi notulis

c. mengemukakan topik rapat itu dengan disertai penjelasan singkat mengenai topik itu

d. menyediakan daftar hadir peserta

e. menyampaikan susunan acara dan meminta pertimbangan peserta terhadap susunan

acara yang ditawarkannya itu

f. memberikan orientasi mengenai topik rapat itu satu persatu sesuai dengan susunan

acara yang disepakati

g. mengemukakan data atau fakta mengenai topik itu untuk merangsang pendapat peserta

h. memberi kesempatan kepada peserta untuk menanggapi topik itu

i. mempertimbangkan semua masukan yang diberikan peserta

Dalam hal ini pemimpin rapat hendaklah membuat kesimpulan singkat mengenai pendapat para peserta dan dilontarkan pada sidang untuk dipertimbangkan. Pada tahap ini pimpinan rapat harus konsekuen dengan acara yang telah disepakati. Oleh sebab itu, jika ada peserta yang membicarakan sesuatu yang menyimpang dari topik utama pimpinan rapat berwenang menegur dan mengembalikan pembicaraan pada topik semula. Jika tidak demikian, rapat itu akan berjalan lamban dan tidak akan menghasilkan kesimpulan/keputusan yang diharapkan.

3. Tahap Perumusan

Apabila dipandang bahwa kesepakatan telah ditemukan pimpinan rapat dapat merumuskan kesimpulan rapat itu (biasa disebut keputusan rapat). Pimpinan rapat harus berhati-hati oleh sebab itu, semua keputusan yang diambil hendaklah atas dasar persetujuan seluruh peserta. Keputusan itu dapat berupa tindakan apa yang direncanakan, siapa yang melaksanakannya, kapan dilaksanakan dan lain-lain.

PENUTUP

Berbicara merupakan suatu keterampilan oleh sebab itu, ia harus terus dilatih dan dikembangkan.

Seseorang pembicara selalu dituntut untuk selalu belajar dan berlatih, tanpa belajar dan berlatih keterampilannya sulit untuk dikembangkan

SEMOGA BERMENPAAT BUAT ANDA SEMUA

DAN SEKARANG

MARI KITA MENCOBA BELAJAR MENJADI MC

MC YANG SERING DI PAKAI DI GEDUNG-GEDUNG

DI KOTA PALEMBANG

PENU DENGAN ANIMASI

UNTUK LEBIH MENARIK SILAHKAN ANDA BUMBUHI SENDIRI

KEPEWARAAN (MC) RESEFSI PERNIKAHAN

Baik bapak ibu hadirin yang kami hormati

Kami mendapat informasi dan aba-aba dari panitia

memberitahukan bahwa saat ini kedua mempelai

Alhamdulillah sudah berada di ……………………………………………………………………….pelataran parkir areal gedung MAN 3 Palembang

Dan beberapa saat lagi bersama-sama akan berada ditengah-tengah kita

Kami ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan yang sudah hadir

Kami persilahkan bapak ibu semuanya mengisi tempat duduk yang telah disediakan

Dan kita songsong kehadiran kedua mempelai yang saat ini masih bersiap-siap untuk menampakkan langkah menuju singa sana pelaminan Sang ratu dan raja

Baik bapak ibu hadirin yang kami hormati

Dari kajauhan kami menyaksikan payung keemasan memayungi kedua mempelai bertanda bahwa keduanya segera berada ditengah-tengah kita

Bapak ibu hadirin undangan yang kami muliakan

Harum bauhnya si bungah rampai

Harum ditumbuk putri kesungkai

Yang dinanti kini telah sampai

Yang dijemput kini telah tiba

Baik bapak itu hadirin tamu undangan yang kami hormati

Menyongosng kehadiran Sang Ratu dan Raja

Kami mohon keihlasan hati bapak dan ibu untuk berdiri sejenak

Terima kasih………………….

Hadirin tamu undangan yang kami hormati

Dengan mengenakan busana kebesaran Kerajaan Sriwijaya

Kedua mempelai menapakkan kaki dihadapan kita

Sungguh indah permata selat

Buatan dewa dari kayangan

Sungguh bahagia mereka berjalan

Kita memandang tak bosan-bosan

Sirih kuning setengah kebat

Baik ditaroh di atas meja

Putih kuning pakai cat

Manis ayuh tampan rupanya

Mempelai wanita yang cantik jelita ……………………………

Gadis manis kelahiran ……………………………………………contoh Kota Palembang dua belas Agustus seribu sembilan ratus delapan puluh tiga

adalah putri …………………sulung dari ……………………..lima bersaudara buah hati bapak ………………………………..contoh Sirajuddin, S.Sos. dan …………………………………………Ibu Dra. Mulyati yang berasal dari ………………………………………

Alhamdulillah mempelai putri yang cantik jelita mendapat suntingan hati seorang jejaka sejati, soleh dan perkasa contoh Afit, Sarjana Hukum………………………………………….

Putra ke-tiga dari enam bersaudara buah hati contoh Bapak ………………………. dan ………………….. yang berasa dari ……………

Kedua mempelai alumni Universitas ………………………..

Adalah sepasang kekasih, yang saling mencintai, saling mengasihi dan saling menyayangi

Maha suci Allah yang telah menghamparkan cinta abadi menautkan kasih sayang buat insan yang saling mengasihi

Masuk ke taman puspa berentak

Memetik bunga sedaun pandan

Sekian lama memadu cinta

Tercapai jua ke kursi pelaminan

Sungai Musi Airnya tenang——-Tempat orang mencuci kain——–Kami yang datang sangatlah senang

Melihat…………………….duduk bersanding

Gadis Teluk Kijing berdiri anggun——Wajah manis senyum dikulum——Berjalan seiring menebar sunyum——Cantik laksana delima yang ranum

Bapak dan ibu tamu undangan kami persilakan duduk kembali

Mawar tumbu di taman kembang

Warnanya merah harum baunya

Sungguh sejuk mata memandang

Karunia Allah Mawadda Warohmah

Selamat datang kedua mempelai hari ini beratus mata dan hati

ikut menaburkan kebahagiaan

Semoga kebahagiaan selalu menaungi dan memayungi perjalanan adinda kedua mempelai

Baik bapak ibu hadirin yang kami hormati

Selanjutnya terimalah salam penyambutan, Salam penghormatan

Salam ketradisionalan dari Provinsi Sumatra Selatan

Sekaligus expresi ungkapan kata pamit dari kedua mempelai

dalam persembahan —–TARI PAGAR PENGANTEN——–

————–KOMENTAR DALAM TARI——————-

————-Tari Pagar penganten————-

Ungkapan perasaan kedua mempelai yang saling mencintai dan menghormati orang tuanya

Perwujudtan cinta dan kasih kepada ayah dan bunda sekaligus mengukir kenangan hal yang bersejarah

Pada saat ini kedua mempelai seolah-olah berkata :

——-Bunda——– sembilan bulan sepuluh hari berlalu

bernaung dalam kandunganmu

Pedih— dan perih—- telah melahirkan

Siang dan malam merawatku tanpa letih

Terjaga dikala Subuh tiba

Terlelap disaat kami telah bermimpi

——–Ayah———

Dahulu kami kecil ——–menanti dipintu berkumpul memelukmu

Tak hirau pluh ditubuhmu

Tak pernah tau kesusahanmu

Yang ada kami bergelut dipundakmu

Menghambur di pelukmu

Kami merajuk ayah yang membujuk

Kami menangis bunda yang memeluk .

Hari ini bersama Ridho Allah dan restumu izinkan kami melangkah hidup berdua

——Ayah——–Bunda——–

Terus dan teruslah bimbing kami agar kami selamat dunia akhirat tanpa do’a ayah dan bunda kami bagaikan sebuah kapal oleng ditengah Samudra yang tiada berombak

Demikian bapak ibu hadirin yang kami hormati persembahkan tari pagar pengantin bersama Sanggar Tari Nila Salon …………………..

————————-PEMBUKAAN ACARA RESEFSI—————-

Adinda kedua mempelai beserta ayah dan bunda, seluruh tamu undangan yang kami muliahkan

Terimlah salam kerahmatan umat muslim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillahirahmanirrahim alhamdulillah

Alhamdulilla hil lazi kholakokum min nafsiu wahida

Wakholakokum minha jauzaha wabas samin huma rijalan kasiroh wanisa’ah

Ah maduhu subhanahu wata’alah

Al lazi jalan nikah wa ana-ana sifa

Amma ba’du

——————————————————————————————–

Adinda kedua mempelai berserta ayah dan bunda serta tamu undangan yang kami muliakan

Marilah kita persembahkan puji dan syukur kepada Allah Swt

pemilik segala kemuliaan, kebahagiaan dan kesempurnaan

Pada hari ini kita dilimpahi nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga dapat menyaksikan prosesi persandingan,

proses penyempurnaan kehidupan dua hamba Allah, penyempurnaan kebahagiaan dan kebenaran yang hakiki mitsaa’a khalizo ………….antara kedua adinda.

Adinda dihadapan kita pada hari ini yaitu buah hati dari Bapak …………………………………………………. dan buah hati Bapak…………………………………………..

Baik bapak ibu resepsi pernikahan adinda …………………………………………. dan …………………………………………….. dengan lafaz Basmallah mari kita mulai

————————PEMBACAAN KALAM ILAHI————————-

Dan untuk mengawali acara ini dengan khusuk dan tawadu’

Mari kita renungkan firman-firman Allah yang akan dikumandangkan

oleh Ayundah/Adinda ………………………………………………….

Kami persilakan……

———-SELESAI PEMBACAAN KALAM ILAHI———-

Sadakaula hul’azim Maha Benar Allah dengan segala Firmannya

Bapak dan ibu tamu undangan yang kami muliakan manakala menyimak kumandan Kalam Ilahai

Hati terasa sejuk ———

Jiwa terbujuk untuk senantiasa menjauh dari kenistaan dan kegalauan

Semoga baik membaca dan bagi kita yang mendengarkan

Khususnya adinda kedua pengantin saat ini tengah duduk bersanding agar selalu dan selalu mendapat limpahan rahmat dari Allah SWT melangkah bersama, kebersamaan melangkah, hidup bersama dan kebersamaan dalam hidup dalam tuntunan Iman dan Islam

————UNTUK SAMBUTAN MEMPELAI WANITA——–

Baik bapak ibu hadirin tamu undangan yang kami hormati selanjutnya marilah kita simak sekapur sirih sambutan hati yang tulus dan ikhlas dari keluarga besar mempelai wanita ———–

Untuk itu yang terhormat Bapak ………………………….

Kami persilakan—————

—————SELESAI SAMBUTAN MEMPELAI WANITA—————

Terimah kasih Bapak ……………………

yang telah menyampaikan sekapur sirih ungkapan tulus dan ikhlas dari keluarga besar mempelai wanita

————UNTUK SAMBUTAN MEMPELAI PRIA——–

Baik bapak ibu hadirin yang kami hormati selanjutnya keluarga besar mempelai pria ingin pula menyongsong kehadiran kita pada siang hari ini dengan ungkapan perasaan tulus dan ikhlas pula untuk itu yang terhormat Bapak …………………….

—————SELESAI SAMBUTAN MEMPELAI PRIA—————

Terimah kasih Bapak ………………………yang telah memberikan sambutan atas nama keluarga besar mempelai pria …………

Bapak ibu hadirin tamu undangan yang kami hormati khususnya adinda kedua mempelai yang saat ini tengah bersanding

————————– ———— —————— ————— ————

Bapak ibu sejak kita menerima undangan mungkin kita sedikit bertanya-tanya bagaimana rupa sepasang kekasih yang saling mencintai ini

Bapak ibu bisa saksikan di atas panggung pelaminan duduk ditengah sepasang pengantin baru cantik…………. manis ……………………kain antik …………..matanya lentik…………….SEPERTI……………………………………….

sedangkan mempelai pria tampan rupawan seperti komandan yang baru saja menang perang…………………………………………

Melihat kecantikan dan keharmonisan hubungan mereka berdua

Hilir mudik seluang berenang Kayulah sampan di Teluk Kijing

Sungguh cantik dek Risma sayang

Afit duduk sambil mereng-mereng

Asam di gunung garam dilaut

Betemu pulek dalam belango

………………… termenung ………………….. merengut

Kapan acaranya masih lame keape

Tap-Atap Tanjung Atap

Melalui Tanjung Batu

Duduklah kalian berduo mantap-mantap

Acaranye sampe jam satu

Baik bapak ibu kita beri tepuk tangan untuk sepasang penganten baru diantara kita

Alhamdulillah mereka telah merajut kasih selama sembilan bulan lebih kurang sepuluh tahun

Untuk mempersembahkan hubungan mereka dihadapan kita melukisan kisah cinta kasih mereka sebuah tarian yang akan ditampilkan oleh gadis-gadis manis dari Ani salon ……………………

Bapak ibu apa yang akan dipersembahkannya inilah cuplikan wanita kafa Putri Nirmala

——————SAMBUTAN TAMU UNDANGAN————————

Baik bapak dan ibu sesuatu yang barangkali

Insya Allah dapat dicapai oleh kaum perempuan

Untuk menjadi bidadari tidak hanya dilihat dari mata hati suami

Akan tetapi dapat dilihat dari suasana rumahnya

Baik hadirin yang kami muliakan diatas panggung pelaminan

Ayah dan bunda kedua mempelai mengamati para tamu dari depan sampai belakang dari kiri dan kanan

Alhamdulillah semua orang-orang yang diharapkan hadir sudah datang

Memberikan penghargaan pada tamu undangan yang hadir pada hari ini mohon kesediaan diantara para kita menyampaikan sambutan mewakili para tamu

Untuk itu kami mohon kesediaan yang terhormat

Bapak ……………………………………….

Kami persilakan …………………………

———SELESAI SAMBUTAN TAMU UNDANGAN————–

Hadirin yang kami hormati beliau telah mewakili kita semua

Barangkali berikan penghargaan kita ——-berikan—— tepuk tangan untuk Bapak ……………………………………….. bapak ibu

Alhamdulillah terima kasih

Baik hadirin tamu undangan yang kami hormati

keluarga yang saat ini tengah bersanding keluarga besar pak …………………….. dan keluarga besar ……………… adalah salah satu keluarga yang sangat berbahagia pada hari ini.

Beliau telah berhasil membesarkan putra-putrinya

hingga menghantarkan putra-putrinya dan salah satu putra-putrinya menempuh kehidupan rumah tangga baru Insya Allah akan selalu berbahagia sampai akhir hayat mereka berdua

Terimah kasih bapak ibu kayaknya kurang segeran ya masak dari meranjat tidak bersuara minta sedikit saja

Ya Allah alhamdulillah terima kasih sayang silakan duduk kita berikan sekali lagi tepuk tangan untuk kedua mempelai

—————————-UNTUK DO’A————————–

Baik bapak ibu para tamu undangan yang kami hormati

Cinta kasih mereka telah ditautkan dalam satu akad nikah yang suci dan Islami hari Jum’at kemarin dan belum genap dua hari……………

Jalinan kasih mereka ini bukan diharapkan bukan dua minggu, dua bulan atau dua tahun tapi lebih untuk selama-lamanya sampai maut memisahkan mereka

Baik bapak ibu untuk menghantar perjalanan mereka berdua agar anginnya tenang, badainya tak tampak dan kapalnya tak karam ditengah perjalanan

Untuk itu kita iringi dengan do’a yang akan dipandu oleh yang terhormat bapak ………………………………..

Dipersilahkan…………………..

—————————-UNTUK SELESAI DO’A————————–

Bapak ibu hadirin yang kami hormati

Jadikanlah do’a yang tadi kita tutup pada hari ini membuat kedua keluarga saling menghargai dan saling kenang dan mengenang satu diantara yang lainnya.

PENUTUP

—————————————————————————————–

Demikianlah rangkaian acara yang dapat kami persembahkan pada hari ini

Semoga apa yang ditampilkan semuanya berkenan dan semakin meneguhkan hati adinda kedua mempelai untuk menjadi seorang istri yang santun terhadap suami dan jadi seoarang suami yang jujur terhadap istri

Kerongkongkan tak pernah letih dari lantunan zikir dan do’a

Ruku’ dan Sujud jadi nafas rumah tangganya

KAMI UCAPKAN SELAMAT KEPADA ADINDA BERDUA

BESERTA AYAH DAN BUNDA

KAMI AKHIRI DENGAN UCAPAN

WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

UNTUK MAKAN SIANG DIAWALI DENGAN BERPOTO BERSAMA

Dan bapak ibu hadirin yang kami hormati sebelum kita melanjutkan kedua belah tangan kita memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai beserta keluarga

Kami mohon kesedian bapak dan ibu untuk tetap berada di tempat duduk sekitar beberapa menit lagi karena ada keinginan dari kedua mempelai untuk mengadakan foto bersama bapak ibu

Untuk photo bersama ini kami persilahkan kepada kedua mempelai untuk bersiap-siap beserta ayah dan bunda

Dan setelah poto kenangan ini, kami mohon kiranya bapak dan ibu untuk bersama-sama bersedia menuju meja hidangan yang sudah disiapkan pada posisi sayap kanan dan kiri tempat aula yang kita tempati ini bapak ibu

Kami persilahkan kepada ayah bunda untuk berdiri bersiap-siap

Untuk kesempatan yang pertama kami mohon kesediaan

Bapak ………………….. beserta Ibu berdampingan dengan bapak ……………………beserta Ibu

Setelah bapak ………………………. beserta ibu berdampingan dengan bapak ………………………….

Kita segera menuju meja hidangan bapak ibu

———————-UNTUK MAKAN

TANPA BERPOTO TERLEBIH DAHULU———————

Dan bapak ibu sebelum kita melanjutkan berjabat tangan kepada kedua mempelai beserta keluarga bertanda kita akan pamit untuk meninggalakan tempat acara resepsi ini,

Kami mohon kesediaan kita bersama-sama untuk menuju meja hidangan alah Prancis yang telah disediakan tuan rumah

Kami persilahkan bapak ibu barang dua baris-dua baris dengan dipandu oleh panitia

Untuk meja satu yang berada di sayap kanan bapak ibu dengan diawali bapak ………… ………………..dan selanjutnya dipandu panitia menuju meja satu …

Untuk meja dua yang berada di sayap kanan bagian tengah kami persialah bapak …………………… untuk mengajak bapak ibu menuju meja dua

Dst……………………..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.